Pages

Saturday, March 17, 2007

Mengapa Wanita Mudah Menangis

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya “ Ibu mengapa Ibu menangis?” Ibunya menjawab, “ sebab aku wanita “ “aku tak mengerti” kata si anak lagi.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluk erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti.”Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya.”Ayah, mengapa ibu menangis? Ibu menangis tanpa sebab yang jelas.” Sang ayah menjawab, “ semua wanita memang sering menangis tanpa alasan.

” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menagis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya-tanya pada Tuhan, “ ya Allah mengapa wanita mudah sekali menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bay yang sedang tidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walaupun kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang putus asa.Kepada wanita, kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. “ Walau acap kali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap, sentuhan itulah yang akan memberikan kenyamanan pada saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hari dan jantung agar tak terkoyak.
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah tidak pernah melukai istrinya. Walaupun seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetian yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan menyayangi.
Dan akhirnya kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan.